Training Teknik Analisis Pestisida Golongan Organoklorin Dalam Air Menggunakan GC-ECD Berdasarkan Metode EPA 508 (14-16 Agustus 2019 Serpong)

PENGANTAR

Training Teknik Analisis Pestisida Dengan GC – Keberhasilan pembangunan industri dan pertanian di Indonesia mengalami perkembangan di mana di sektor pertanian ditunjukkan pada produksi pangan dan holtikultura/ sayuran. Terjadi peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan kemajuan pembangunan yang telah dilaksanakan. Usaha tersebut  dikembangkan antara lain dengan penggunaan varietas unggul dan bahan-bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida. Pada mulanya pestisida organoklorin diandalkan sebagai agen pengendali organisme penganggu tanaman. Organoklor merupakan pestisida yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan manusia. Dampak negatif yang muncul akibat penggunaan senyawa ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan senyawa lain, karena senyawa ini peka terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai. Organoklorin mempunyai toksisitas tinggi dan bersifat persisten oleh karena itu penggunaannya dilarang oleh pemerintah.

 

Persistensi organoklorin yang tinggi menyebabkan senyawa organoklorin dapat terakumulasi di lingkungan selama bertahun-tahun. Penggunaan pestisida yang begitu marak di areal pertanian dapat mencemari sumber perairan hal ini dikarenakan  senyawa pestisida yg diaplikasikan dapat terbawa secara perlahan (leaching) oleh air hujan masuk ke dalam perairan sungai tambak bahkan dapat meresap masuk kedalam air tanah. Sehingga hal tersebut dapat mencemari sumber air baku yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari seperti minum,mencuci dan mandi dll. Analisis senyawa pestisida di laboratorium pengujian umumnya menggunakan instrumen kromatografi gas (GC) akan sangat sulit dibayangkan apabila pengujian tersebut tidak menggunakan kromatografi gas. Kromatografi gas merupakan metode utama yang handal digunakan untuk pemisahan dan analisis senyawa organik yang mudah menguap, teknik ini dapat diimplementasikan untuk analisis sampel gas,cairan dan padatan dengan terlebih dahulu dilarutkan menggunakan pelarut organik yang mudah menguap.

 

Senyawa organoklor mempunyai rumus umum CxHyClz. Berdasarkan struktur molekulnya, organoklor dibagi menjadi tiga yaitu turunan benzena, siklodiena dan DDT. Contoh pestisida organoklor turunan benzena adalah HCB (heksaklorobenzena) dan HCH (heksaklorosikloheksana). Pestisida organoklor siklodiena yang meliputi endrin, heptaklor, aldrin dan dieldrin, merupakan senyawa siklis yang  mempunyai karakteristik jembatan endometilen. Gas Kromatografi dengan detektor mikro penangkap elektron adalah salah satu instrumen yang umum dipergunakan untuk penentuan residu pestisida golongan organoklorin(1,2,34,5) dan piretriod(6,7). Metode ini sangat selektif untuk senyawa-senyawa yang memiliki muatan negatif seperti senyawa pestisida golongan  organoklorin yang memiliki banyak klorida yag bermuatan parsial negatif dan piretroid.

 

Metode dan istrumen yang canggih, waktu analisis yang cepat adan akurat serta mudah dalam penggunaannya sehingga akan sangat menunjang kinerja laboratorium pengujian untuk menyelesaikan analisis senyawa organik, tidak akan berarti apa apa apabila tidak ditunjang oleh sumber daya manusia atau personil yang mampu melakukan analisis menggunakan alat kromatografi gas (GC). Hal ini tercantum dalam  ISO/IEC 17025:2017 terkait Kompetensi Personil, dimana manajemen laboratorium harus memastikan kompetensi semua personel yang mengoperasikan peralatan tertentu, melakukan pengujian dan/atau kalibrasi, mengevaluasi hasil dan menandatangani laporan pengujian dan sertifikat kalibrasi. Personel yang melakukan tugas tertentu harus mempunyai kualifikasi berdasarkan pendidikan,pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau keterampilan yang didemontrasikan. Mengingat betapa pentingnya teknik analisis ini dan banyaknya laboratorium uji yang menggunakan kromatografi gas (GC) sebagai metode pengujiannya, maka kami memberanikan diri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang teknik analisis berbasis kromatografi gas (GC) melalui pelatihan yang kami selenggarakan secara berkala

 

MAKSUD & TUJUAN

Setelah selesai melakukan pelatihan ini, diharapkan peserta mampu untuk :

  1. Memahami dasar dasar kromatografi gas (GC).
  2. Memahami proses preparasi sample air yang mengandung residu  senyawa pestisida golongan organoklorin dan piretroid menggunakan  GC-ECD.
  3. Melakukan analisis senyawa senyawa pestisida golongan organoklorin dan piretroid menggunakan  GC-ECD.
  4. Memahami intrepetasi data berbasis GC-ECD.

 

BAHAN AJAR

  1. Pengenalan dan pendahuluan GC
  2. Preparasi sampel air sesuai EPA 508
  3. Pemilihan kondisi analisis  GC
  4. Metode analisis kuantitaif dan kualitatif residu pestisida
  5. Pelaporan hasil analisa dan ketidakpastian pengukuran

 

METODE PELAKSANAAN

Program ini diselenggarakan dalam bentuk, presentasi teori, simulasi praktikum didalam kelas/lab (jika ada) dan diskusi interaktif  hingga pengolahan data hasil analisis

 

INSTRUKTUR

Denar Zuliandanu, S.Si.

Background pendidikan beliau adalah sarjana kimia dari Institut Pertanian Bogor. Aktif sebagai trainer dan konsultan BMD Training and Consultant, Auditor dan juga sebagai salah Kepala Sub Divisi Lab Kalibrasi terakreditasi KAN. Kompetensi yang beliau kuasai diantaranya: ISO/IEC 17025, ISO/IEC 17020, GLP, K3 Lab, ISO 9001, Validasi Metode, Verifikasi, Kalibrasi, Ketidakpastian Pengukuran dan berbagai cabang ilmu terkait standarisasi laboratorium.  Berbagai proyek sudah banyak dilakukan diantaranya adalah sebagai konsultan teknis standardisasi peralatan Laboratorium Pendidikan IPA untuk Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah seluruh Indonesia Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Tim Verifikasi soal Uji Kompetensi Guru (UKG) bidang Kimia Pertanian dan Industri di PPPPTK Pertanian Cianjur, Ketua Tim Kalibrasi Peralatan di Departemen Biokimia, IPB, Tim Penyusun Dokumen UKL-UPL PT Arindo Chemical, Konsultan Pengembangan Laboratorium Pendidikan IPA di Daarul Qur’an School Internasional, Tim Pembuat Modul Praktikum Kimia di Daarul Qur’an School Internasional, Tim Peneliti Inhibitor Korosi, Hibah Dikti-LPPM IPB, Tim Peneliti Utilisasi Fine Coal dan Pengelolaan Limbah Cair di PT Adaro Indonesia, Tim Peneliti Pemanfaatan Karang Lunak Sebagai Obat, Hibah Dikti-LPPM IPB, Tim Peneliti Pengembangan Inhibitor Korosi Berbasis Imidazolina, PT Elnusa Petrofin, Tim Peneliti Pengembangan Biosensor Organoklorin, Hibah Dikti-LPPM IPB serta diantara institusi dan perusahaan yang pernah beliau tangani baik dalam memberikan pelatihan dan bimbingan teknis seperti: Kantor Kesehatan pelabuhan Kelas II pekanbaru, PT Sumber Prima Anugerah, DLH Kab. Tapin, PT Ogawa Indonesia, BPTP Yogyakarta, PT Hijau Persada Sejahtera, PT Bumi Sarimas Indonesia, PT Natura Perisai Aroma,   dan masih banyak lagi lainya.

 

DURASI

3 hari (21 jam, dimulai pukul 09.00-16.00)

 

INVESTASI

Rp 8.250.000,00/peserta

 

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Soft dan Hard Copy), Training kit (Ballpoint Tas jinjing), Tas Ransel, Jacket, Lunch, 2x Coffe break, foto bersama, Dimana untuk pembahasan teori dipaparkan didalam kelas, adapun simulasi praktik dilaksanakan di LIPI Serpong (jika ada) ataupun dilokasi pelatihan yang diselenggarakan di hotel berbintang/BMD Building Centre

 

INFORMASI DAN PROMO

Hub      : 021 – 756 3091
Fax       : 021 – 756 3291

 

CONTACT PERSON

0813 8280 7230, 0877 8868 8235

 

JADWAL TRAINING ANALISIS PESTISIDA DENGAN GC TAHUN 2019:

  • 14-16 Agustus 2019 Serpong
  • 11-13 September 2019 Serpong
  • 16-18 Oktober 2019 Serpong
  • 13-15 Nopember 2019 Serpong
  • 11-13 Desember 2019 Serpong

REFERENSI:

  1. PT Holcim Indonesia, Tbk

 

Silahkan review dokumentasi program pelatihan kami dibawah ini, atau klik disini untuk video-video dokumentasi lainnya

Share this post

Post Comment