<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMD Street Consulting</title>
	<atom:link href="http://bmdstreet.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bmdstreet.com</link>
	<description>Training &#38; Consulting</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 07:24:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pengertian BOD dan COD</title>
		<link>http://bmdstreet.com/pengertian-bod-dan-cod</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/pengertian-bod-dan-cod#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 10:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaruh BOD dan COD dalam Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian BOD COD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian BOD dalam Pengolahn Air]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian COD dalam Pengolahn Limbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian BOD dan COD BOD atau Biological Oxygen Demand adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerobik (Umaly dan Cuvin, 1988; Metcalf &#38; Eddy, 1991). Ditegaskan lagi oleh Boyd (1990), bahwa bahan organik yang terdekomposisi dalam BOD adalah bahan organik yang siap terdekomposisi ( readily [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;">Pengertian BOD dan COD</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>BOD atau Biological Oxygen Demand</strong></p>
<p style="text-align: justify;">adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerobik (Umaly dan Cuvin, 1988; Metcalf &amp; Eddy, 1991). Ditegaskan lagi oleh Boyd (1990), bahwa bahan organik yang terdekomposisi dalam BOD adalah bahan organik yang siap terdekomposisi ( readily decomposable organic matter). Mays (1996) mengartikan BOD se bagai suatu ukuran jumlah oksigen yang digunakan oleh populasi mikroba yang terkandung dalam perairan sebagai respon terhadap masuknya bahan organik yang dapat diurai. Dari pengertian-pengertian ini dapat dikatakan bahwa walaupun nilai BOD menyatakan jumlah oksigen, tetapi untuk mudahnya dapat juga diartikan sebagai gambaran jumlah bahan organik mudah urai (biodegradable organics) yang ada di perairan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>COD atau Chemical Oxygen Demand</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Chemical Oxygen Demand adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air (Boyd, 1990). Hal ini karena bahan or ganik yang ada sengaja diurai secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat kalium bikromat pada kondisi asam dan panas dengan katalisator perak sulfat (Boyd, 1990; Metcalf &amp; Eddy, 1991), sehingga segala macam bahan organik, baik yang mudah urai maupun yang kompleks dan sulit urai, akan teroksidasi. Dengan demikian, selisih nilai antara COD dan BOD memberikan gambaran besarnya bahan organik yang sulit urai yang ada di perairan. Bisa saja nilai BOD sama dengan COD, tetapi BOD tidak bisa lebih besar dari COD. Jadi COD menggambarkan jumlah total bahan organik yang ada</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/pengertian-bod-dan-cod/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengolahan Limbah Pabrik Tekstil</title>
		<link>http://bmdstreet.com/pengolahan-limbah-pabrik-tekstil</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/pengolahan-limbah-pabrik-tekstil#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 12:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bak Ekualisasi Pada Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Kegunaan Cooling Tower Pada Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Penghilangan Warna Pada Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah Pabrik Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Biologi Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Pengolahan Air Limbah Pabrik Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Penyaringan Pada Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Primer Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Sedimentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Sekunder Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Tersier Pengolahan Limbah Tekstil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Pengolahan Limbah Pabrik Tekstil  Proses pengolahan air limbah pabrik tekstil meliputi tiga tahap pemprosesan yaitu: Proses Primer, merupakan perlakuan pendahuluan (pretreatment) yang meliputi :penyaringan kasar, (b) penghilangan warna (decolouring), (c) equalisasi, (d) penyaringan halus, (e) pendinginan. Proses Sekunder, Proses biologi, dan sedimentasi. Proses Tersiser, merupakan tahap lanjutan proses biologi dan sedimentasi Proses Primer Penyaringan kasar, Air limbah dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;"><strong>Pengolahan Limbah Pabrik Tekstil </strong></h1>
<p style="text-align: left;"><strong></strong>Proses pengolahan air limbah pabrik tekstil meliputi tiga tahap pemprosesan yaitu:</p>
<ol>
<li>Proses Primer, merupakan perlakuan pendahuluan (pretreatment) yang meliputi :penyaringan kasar, (b) penghilangan warna (decolouring), (c) equalisasi, (d) penyaringan halus, (e) pendinginan.</li>
<li>Proses Sekunder, Proses biologi, dan sedimentasi.</li>
<li>Proses Tersiser, merupakan tahap lanjutan proses biologi dan sedimentasi</li>
</ol>
<div><strong>Proses Primer</strong></div>
<div>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Penyaringan kasar, Air limbah dari proses pencelupan dan pembilasan melalui saluran pembuangan terbuka menuju pengolahan air limbah. Saluran tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu saluran berwarna (water colour) dan saluran tidak berwarna (uncolour water). Untuk mencegah agar sisa-sisa benang atau kain dalam air limbah terbawa pada saat proses, maka air limbah disaring dengan saringan kasar berdiameter 50 mm dan 20mm.</li>
<li style="text-align: justify;">Penghilangan Warna (decolouring), Limbah cair berwarna yang berasal dari proses pencelupan setelah melewati tahap penyaringan ditampung dalam dua bak penampung, masing-masing berkapasitas 64 m3 dan 48 m3 , air tersebut kemudian dipompakan ke dalam tangki koagulasi pertama (Volume 3.1 m3) yang terdiri atas tiga buah tangki, yaitu pada tangki pertama ditambahkan koagulasi FeSO4(Fero sulfat) konsentrasinya 600 – 700 ppm untuk pengikatan warna. Selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki kedua dengan ditambahkan kapur (lime) konsentrasinya 150 – 300 ppm, gunanya untuk menaikkan pH yang turun setelah penambahan FeSO 4. Dari tangki kedua, limbah dimasukan ke dalam tangki ketiga pada kedua tangki tersebut ditambahkan polymer berkonsentrasi 0.5 – 0.2 ppm, sehingga akan.terbentuk gumpalan-gumpalan besar (flock) dan mempercepat proses pengendapan. Setelah gumpalan-gumpalan terbentuk, akan terjadi pemisahan antara padatan hasil pengikatan warna dengan cairan secara gravitasi dalam tangki sedimentasi. Meskipun air hasil proses penghilangan warna ini sudah jernih, tetapi pH-nya masih tinggi yaitu 10 sehingga tidak bisa langsung dibuangke perairan. Untuk menghilangkan unsur-unsur yang masih terkandung di dalamnya, air yang berasal dari koagulasi I diproses dengan sistem lumpur aktif. Cara tersebut merupakan perkembangan baru yang dinilai lebih efektif dibanding dengan cara lama yaitu air yang berasal dari koagulasi I digabung dalam bak equalisasi.</li>
<li style="text-align: justify;">Ekualisasi, Bak equalisasi atau disebut juga bak air umum, memiliki volume 650 m3 menampung dua sumber pembuangan yaitu limbah cair tidak berwarna dan air yang berasal dari mesin pengempres lumpur. Kedua sumber pembuangan mengeluarkan air dengan karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu untuk memperlancar proses selanjutnya air dari kedua sumber ini diaduk dengan menggunakan blower hingga mempunyai karakteristik yang sama yaitu pH 7 dan suhunya 320C. Sebelum kontak dengan sistem lumpur aktif, terlebih dahulu air melewati saringan halus dan cooling tower, karena untuk proses aerasi memerlukan suhu 320 C. Untuk mengalirkan air dari bak equalisasi ke bak aerasi digunakan dua buah submersible pump (Q 60 m3 / jam).</li>
<li style="text-align: justify;">Saringan Halus, Air hasil equalisasi dipompakan menuju saringan halus untuk memisahkan padatan dan larutan sehingga air limbah yang diolah bebas dari padatan kasar berupa sisa-sisa serat benang yang masih terbawa.</li>
<li style="text-align: justify;">Cooling Tower, Karakteristik limbah produksi tekstil umumnya mempunyai suhu antara 350- 400C, sehingga memerlukan pendinginan untuk menurunkan suhu yang bertujuan kerja bakteri dalam sistem lumpur aktif, karena suhu yang diinginkan antara 290- 300 C.</li>
</ul>
<div style="text-align: justify;"><strong>Proses Sekunder</strong></div>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Proses Biologi, Di sini terdapat tiga bak aersi yang mempunyai separator yang mutlak diperlukan untuk mensuplai oksigen ke dalam air bagi kehidupan bakteri. Parameter yang diukur dalam bak aerasi dengan sistem lumpur aktif adalah DO (Dissolved Oxygen), MLSS (Mixed Liquor Suspended Solid) dan suhu. Parameter-parameter tersebut dijaga kestabilannya sehingga penguraian polutan yang ada dalam limbah dapat diuraikan secara maksimal oleh bakteri. DO, MLSS dan suhu yang diperlukan oleh bakteri tersebut berkisar antara 0.5 – 2.5 ppm; 4000 – 6000; 290 - 300 C.</li>
<li style="text-align: justify;">Proses Sedimentasi, Bak sedimentasi II (volume 407 m3 ) mempunyai bentuk bundar pada bagian atasnya dan bagian bawahnya berbentuk konis yang dilengkapi dengan pengaduk agitator) dengan putaran 2 kph. Desain ini dimaksudkan untuk mempermudah pengeluaran endapan dari dasar bak. Pada bak sedimentasi ini akan terjadi settling lumpur yang berasal dari bak aerasi dan endapan lumpur ini harus segera dikembalikan lagi ke bak aerasi (return sludge), karena kondisi pada bak sedimentasi hampir mendekati anaerob. Besarnya RS ditentukan berdasarkan  ? 2002 digitized by USU digital library 6 perbandingan nilai MLSS dan debit RS itu sendiri. Pada bak sedimentasi ini juga dilakukan pemantauan kaiment (ketinggian lumpur dari permukaan air) dan MLSS dengan menggunakan alat MLSS meter.</li>
</ul>
<div style="text-align: justify;"><strong>Proses Tersier</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong></strong>Pada proses pengolahan ini ditambahkan bahn kimia yaitu Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3), Polymer dan Antifoam (silicon base) untuk mengurangi padatan tersuspensi yang masih terdapat dalam air. Tahap lanjutan ini diperlukan untuk memperoleh kualitas air yang lebih baik sebelum air tersebut dibuang ke perairan. Air hasil proses biologi dan sedimentasi ditampung dalam bak intermediet (volume2 m3) yang dilengkapi dengan alat yang disebut inverter untuk mengatur level air, kemudian dipompakan ke dalam tangki koagulasi (volume 3.6 m3 ) dengan menggunakan pompa sentrifugal. Pada tangki koagulasi ditambahkan aluminium sulfat (konsentrasi antara 150 – 33 ppm) dan polymer (konsentrasi antara 0.5 – 2 ppm) sehingga terbentuk flock yang mudah mengendap. Selain kedua bahan koagulan tersebut juga ditambahkan tanah yang berasal dari pengolahan air baku (water treatment) yang bertujuan menambah partikel padatan tersuspensi untuk memudahkan terbentuknya flock. Pada tangki ini terdapat mixer (pengaduk) untuk mempercepat proses persenyawaan kimia antara air dan koagulan, juga terdapat pH kontrol yang berfungsi untuk memantau pH effluet sebelum dikeluarkan ke perairan. Setelah penambahan koagulan dan proses flokulasi berjalan dengan sempurna, maka gumpalan-gumpalan yang berupa lumpur akan diendapkan pada tangki sedimentasi II (volume 178 m3).  Hasil endapan kemudian dipompakan ke tangki penampungan lumpur yang selanjutnya akan diolah dengan belt press filter machine.</div>
<div style="text-align: justify;">Dikutip dari berbagai sumber by Renaldo Moontri</div>
<p><br style="text-align: justify;" /><br style="text-align: justify;" /><br style="text-align: justify;" /><strong></strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/pengolahan-limbah-pabrik-tekstil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Metanol  Dari  Bahan Baku Biomas</title>
		<link>http://bmdstreet.com/pembuatan-metanol-dari-bahan-baku-biomas</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/pembuatan-metanol-dari-bahan-baku-biomas#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 12:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetimbangan Proses Pengkoversian/Pengubah Menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuatan Metanol dari Bahan Baku Biomas]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Asetogenesis Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Asidogenasi]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Fermentasi Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Hidrolisis dan asidifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Metanogenesis Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Pemurnian Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Sintesa Metanol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Pembuatan Metanol  Dari  Bahan Baku Biomas Seperti yang kita ketahui bahwa methanol dapat dihasilkan dari bahan baku biomas, seperti : Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk gula seperti tebu dan nipah Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk  zat tepung (starch) seperti ubi jalar, kentang, dan sagu. Bahan-bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;"><strong style="text-align: center;">Pembuatan Metanol  Dari  Bahan Baku Biomas</strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang kita ketahui bahwa methanol dapat dihasilkan dari bahan baku biomas, seperti :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk gula seperti tebu dan nipah</li>
<li>Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk  zat tepung (starch) seperti ubi jalar, kentang, dan sagu.</li>
<li>Bahan-bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk molekul yang lebih kompleks seperti kayu.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Banyak limbah-limbah pertanian yang tidak memiliki nilai ekonomis memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bioethanol sehingga memiliki potensi ekonomis yang tinggi dan mampu berperan sebagai diversivikasi bahan bioetanol. Salah satu bahan baku biomas yang akan dibahas pada makalah ini adalah jerami</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Proses Biologi (Fermentasi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membentuk methanol, pada proses anaerob bahan baku biomas tersebut akan didegradasikan menjadi metana dan karbon dioksida melalui tahap-tahap yang merupakan serangkaian kegiatan metabolic dari kelompok-kelompok mikroorganisme yang berbeda. Dalam proses ini dibagi menjadi 4 tahap, yaitu</p>
<ul>
<li>Hidrolisis dan asidifikasi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pada tahap ini, bakteri fermentative akan menghidrolisis substrat polimer seperti polisakarida, protein, dan lemak menjadi monomer-monomer gula, asam amino, dan peptide.</p>
<ul>
<li>Asidogenesis</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan pada tahap ini, hasil hidrolisis dari tahap sebelumnya akan difermentasikan menjadi asam lemak volatile (asam asetat, asam butirat, dan propionat), asam lemak rantai panjang, CO2, format, NH4+, HS-, H2, alcohol.</p>
<ul>
<li>Asetogenesis</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, bakteri asetogenik pereduksi proton akan menguraikan propionate, asam lemak rantai panjang, alcohol, beberapa asam amino dan senyawa aromatic menjadi H2, format, dan asetat.</p>
<ul>
<li>Metanogenesis</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pada tahap akhir ini melibatkan 2 kelompok metanogen yang berbeda yaitu, metanogen hidrogenotropik yang menggunakan H2 dan format dari reaksi sebelumnya untuk mereduksi CO2 menjadi CH4 dan metanogen asetotropik yang menguraikan asetat menjadi CO2 dan CH4.</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>Proses Pengkonversian/Pengubahan Menjadi Gas Sintetis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Campuran hidrokarbon dari hasil metagenosis, diubah/dikonversi menjadi gas sintetis yang umumnya terdiri dari CO, CO2, H2. Proses pengubahan/pengkorvensian ini terjadi oleh kukus (steam)dan dibantu oleh katalis nikel menurut reaksi berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">CH<sub>4</sub> + H<sub>2</sub>O ? CO + 3 H<sub>2</sub></p>
<p style="text-align: justify;">CO + H<sub>2</sub>O ?  CO <sub>2 </sub>+  H<sub>2</sub></p>
<p style="text-align: justify;">Kesetimbangan yang terjadi pada proses ini sangat tergantung pada :</p>
<ul>
<li>Tekanan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kesetimbangan reaksi seformasi metana oleh steam akan bergeser ke kiri jika tekanan dinaikkan sehingga reformasi metana semakin berkurang. Akan tetapi, secara praktek akan lebih praktis jika digunakan tekanan tinggi karena tekanan tinggi akan menyebabkan temperature dinding pembuluh katalis meningkat.</p>
<ul>
<li>Temperatur</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kesetimbangan reaksi reformasi metana akan bergeser ke kanan dengan meningkatnya temperature karena reaksi endotermik menghasilkan lebih banyak CO2 dan H2. Dengan kata lain, pada tekanan dan perbandingan kukus/karbon konstan, kenaikan temperature akan menghasilkan konversi metana yang lebih besar.</p>
<ul>
<li>Perbandingan kukus/karbon</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pembentukan karbon sedapat mungkin dicegah karena dapat merusak katalis. Untuk mencegah pembentukan karbon, operasi sebaiknya dilaksanakan dengan kondisi kukus berlebih. Kelebihan kukus yang diberikan juga sebaiknya diatur seoptimum mungkin agar lebih ekonomis dan tidak memecah katalis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Proses Sintesa Metanol</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada proses ini menggunakan katalis Cu-ZnO. Katalis ini memiliki keaktifan sangat tinggi sehingga kecepatan reaksi tinggi pada temperature relative rendah 225<sup>0</sup>C. Katalis yang digunakan pada kilang methanol ini harus memiliki selektivitas sintesa methanol yang tinggi untuk memperkecil jumlah produk sampingan yang dihasilkan. Setelah proses ini terlewati , gas keluaran dari hasil reaksi sintesis methanol didinginkan dari 225<sup>0</sup>C menjadi 40<sup>0</sup>C. Pendinginan ini bertujuan untuk memisahkan methanol mentah dari gas terlarut didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Proses Pemurnian Metanol</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kenaikan tekanan operasi akan menyebabkan bertambahnya gas terlarut dalam cairan. Untuk itu, oleh karena itu dilakukan penurunan tekanan agar gas-gas terlarut lepas. Sedangkan volatile impurities seperti dimetil eter, metil format, dan gas-gas inert terlarut dipisahkan dari methanol mentah. Setelah itu,methanol mentah dilakukan pemurnian pada kondisi 80<sup>0</sup>C dan 1,5 bar. Pada kolom pemurnian ini, methanol akan menjadi produk atas dan air akan menjadi produk bawah. Air proses yang dihasilkan sebagai  produk bawah ini akan dipompa menuju pemanas air proses. Uap yang menuju puncak kolom distilasi akan didinginkan oleh suatu kondensor dimana uap methanol akan dikondensasikan secara total menjadi cairan bersuhu 69<sup>0</sup>C. Metanol terkondensasi ini selanjutnya didinginkan lagi hingga mencapai suhu 40<sup>0</sup>C dan ditampung.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari berbagai Sumber  by Renaldo Moontri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/pembuatan-metanol-dari-bahan-baku-biomas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyawa Metanol dan Kegunaan Metanol</title>
		<link>http://bmdstreet.com/senyawa-metanol-dan-kegunaan-metanol</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/senyawa-metanol-dan-kegunaan-metanol#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 12:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[Densitas Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus OH]]></category>
		<category><![CDATA[Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Metanol CH3OH]]></category>
		<category><![CDATA[Penggunaan Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Penggunaan Metanol Sebagai Bahan Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Reaksi Pembuatan Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Rumus Kimia Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Senyawa Kimia Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Sintesis Karbon dioksida dan hidrogen menjadi metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Titik didih Metanol]]></category>
		<category><![CDATA[Viskositas Metanol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Metanol &#160; Metanol, yang  juga dikenal sebagai metil alcohol adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada &#8220;keadaan atmosfer&#8221; ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;"><strong>Metanol</strong></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Metanol</strong>, yang  juga dikenal sebagai <strong>metil alcohol</strong> adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH<sub>3</sub>OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada &#8220;keadaan atmosfer&#8221; ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri. Titik didih metanol sekitar 64,7<sup>0</sup>C (<em>Wikipedia bahasa Indonesia</em>).Itu menunjukkan  bahwa setiap bahan yang murni (tunggal), memiliki titik didih yang  tersendiri (<em>http://www.bppt.go.id</em>).  Metanol memiliki densitas 0.7918 g/cm³ dan nilai viskositas 0,59 mPa·s pada 20 °C</p>
<p style="text-align: justify;">Metanol memiliki satu gugus OH  dalam molekulnya. Oksigen yang inheren di dalam molekul metanol  tersebut membantu penyempurnaan pembakaran antara campuran  udara-bahan bakar di dalam silinder. Tentunya metanol menjadi mudah  bereaksi dengan oksigen, dalam arti memerlukan suhu lingkungan yang  rendah untuk terjadi campuran gas dengan oksigen. Campuran gas ini  biasa disebut mixture.  Metanol juga memiliki panas penguapan  (heat of vaporibahanion) yang tinggi, yakni 842 KJ/Kg  <em>(http://www.bppt.go.id</em>).</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>Sejarah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam proses pengawetan mayat, orang Mesir kuno menggunakan berbagai macam campuran, termasuk di dalamnya metanol, yang mereka peroleh dari pirolisis kayu. Metanol murni, pertama kali berhasil diisolasi tahun 1661 oleh Robert Boyle, yang menamakannya <em>spirit of box</em>, karena ia menghasilkannya melalui distilasi kotak kayu. Nama itu kemudian lebih dikenal sebagai <em>pyroxylic spirit</em> (spiritus). Pada tahun 1834, ahli kimia Perancis Jean-Baptiste Dumas dan Eugene Peligot menentukan komposisi kimianya. Mereka juga memperkenalkan nama <em>methylene</em> untuk kimia organik, yang diambil dari bahasa Yunani <em>methy</em> = &#8220;anggur&#8221;) + <em>h?l?</em> = kayu (bagian dari pohon). Kata itu semula dimaksudkan untuk menyatakan &#8220;alkohol dari (bahan) kayu&#8221;, tetapi mereka melakukan kesalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata <em>methyl</em> pada tahun 1840 diambil dari <em>methylene</em>, dan kemudian digunakan untuk mendeskripsikan &#8220;metil alkohol&#8221;. Nama ini kemudian disingkat menjadi &#8220;metanol&#8221; tahun 1892 oleh International Conference on Chemical Nomenclature. Suffiks [-yl] (indonesia {il}) yang digunakan dalam kimia organik untuk membentuk nama radikal-radikal, diambil dari kata &#8220;methyl&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1923, ahli kimia Jerman, Matthias Pier, yang bekerja untuk BASF mengembangkan cara mengubah gas sintesis (<em>syngas</em> / campuran dari karbon dioksida and hidrogen) menjadi metanol. Proses ini menggunakan katalis <em>zinc chromate</em> (seng kromat), dan memerlukan kondisi ekstrim —tekanan sekitar 30–100 MPa (300–1000  atm), dan temperatur sekitar 400 °C. Produksi metanol modern telah lebih effisien dengan menggunakan katalis tembaga yang mampu beroperasi pada tekanan relatif lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan metanol sebagai bahan bakar mulai mendapat perhatian ketika krisis minyak bumi terjadi di tahun 1970-an karena ia mudah tersedia dan murah. Masalah timbul pada pengembangan awalnya untuk campuran metanol-bensin. Untuk menghasilkan harga yang lebih murah, beberapa produsen cenderung mencampur metanol lebih banyak. Produsen lainnya menggunakan teknik pencampuran dan penanganan yang tidak tepat. Akibatnya, hal ini menurunkan mutu bahan bakar yang dihasilkan. Akan tetapi, metanol masih menarik untuk digunakan sebagai bahan bakar bersih. Mobil-mobil dengan bahan bakar fleksibel yang dikeluarkan oleh General Motors, Ford dan Chrysler dapat beroperasi dengan setiap kombinasi etanol, metanol dan/atau bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari berbagai sumber by Renald Moontri</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/senyawa-metanol-dan-kegunaan-metanol/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training Validasi Metode Analisis Mikrobiologi (29-30 Juni 2012 Jakarta, 28-29 September 2012 Bogor)</title>
		<link>http://bmdstreet.com/training-validasi-metode-analisis-mikrobiologi</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/training-validasi-metode-analisis-mikrobiologi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 04:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laboratory]]></category>
		<category><![CDATA[Laboratorium Mikrobiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Training Analysis Mikrobiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Training Mikrobiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Training Validasi Mikrobiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Validasi mikrobiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Training Validasi Metode Analisis Mikrobiologi  Pendahuluan Proses pengerjaan yang dilakukan dilaboratorium adalah diperolehnya data yang valid, yaitu data yang memiliki presisi dan akurasi yang tinggi. Persyaratan tersebut termaktub pada ISO/IEC 17025, yang berlaku untuk laboratorium penguji analisis kimia/mikrobiologi. Validasi metode analisis adalah proses pembuktian dan komfirmasi pengujian yang obyektif di laboratorium, dan bahwa metode itu memenuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Training Validasi Metode Analisis Mikrobiologi </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Proses pengerjaan yang dilakukan dilaboratorium adalah diperolehnya data yang valid, yaitu data yang memiliki presisi dan akurasi yang tinggi. Persyaratan tersebut termaktub pada ISO/IEC 17025, yang berlaku untuk laboratorium penguji analisis kimia/mikrobiologi. Validasi metode analisis adalah proses pembuktian dan komfirmasi pengujian yang obyektif di laboratorium, dan bahwa metode itu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, yang  sesuai dengan tujuan penggunaannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong></p>
<ol>
<li>Peserta memahami dan mampu melakukan validasi metode pengujian</li>
<li>Peserta mampu memahami dan melakukan verivikasi metode pengujian</li>
</ol>
<div><strong>Manfaat</strong></div>
<div>
<p>Dapat memahami dan menguasai validasi Metode analisa:</p>
<p><strong>A. Kualitatif</strong></p>
<ol>
<li>Uji Langsung terhadap mikroba Indikator</li>
<li>Metode kultur untuk identifikasi makroskopik dan mikroskopik</li>
<li>Metode alternatif (<em>Dye-reduction test, Electrical Methods, ATP Determination</em>)</li>
<li>Metode cepat deteksi mikroba spesifik dan toksinnya (metode imunokimia, metode biologi   molekuler)</li>
</ol>
</div>
<div><strong>B. Kuantitatif</strong></div>
<div><strong></strong></p>
<ol>
<li>Angka Lempeng Total ( Total Plate Count)</li>
<li>MPN (Most Probable Number)</li>
<li>Uji Potensi Antibiotik</li>
<li>Uji Sterilitas</li>
<li>Uji Koefisien fenol (Uji disinfektan dan antiseptic)</li>
<li>Uji Efektifitas pengawet</li>
</ol>
<div><strong>Garis Besar Program Training</strong></div>
<div>
<ol start="1">
<li>Pemahaman/pengenalan umum metode analisis mikrobilogi (kualitatif/Kuantitatif)</li>
<li>Mengetahui ketidakpastian dalam analisis mikrobiologi (Repeatability dan Reproducibility)</li>
<li>Bagaimana cara pengujian dan pengukuran validasi analisis mikrobiologi yang baik dan benar.</li>
<li>Penurunan metode dan pengembangan dalam analisis mikrobiologi</li>
</ol>
<div><strong>Trainer</strong></div>
<div style="text-align: justify;">
<p><strong>Yeni Triana, S.Si</strong></p>
<p>Latar belakang pendidikan beliau adalah lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam jurusan Kimia (FMIPA). Pengalaman beliau saat ini sudah lebih dari 9 tahun berkarir pada bidang laboratorium, dimulai dari staff laboratorium hingga Head of QC di salah satu perusahaan industry farmasi di Indonesia. Beliau pernah menangani dan juga menjabat dibeberapa perusahaan seperti: PT Bristol Myers Squibb, PT Nilam Widuri, PT  Pyridam Farma Tbk, PT Ferron Par Pharmaceuticals, PT Actavis Indonesia, PT Catur Dakwah Crane Farmasi , PT Uniplastindo Interbuana dan PT Sinde Sari Multi Utama dengan kompetensi khusus beliau spesialis pengelolaan laboratorium mikrobiologi. Bersama beberapa perusahaan tersebut beliau telah berhasil mengantarkan untuk mendapatkan sertifikasi baik sebagai tenaga ahli/konsultan laboratorium mikrobiologi seperti: MHRA “ <em>Medicines and Health products Regulatory Agency</em>”, TGA“<em>Therapeutic Goods Adminstration “</em>, GMP, CPOB dan ISO 17025 dan lain sebagainya.</p>
</div>
<p><strong>Durasi</strong></p>
<p>2 Hari</p>
<p><strong>Biaya Registrasi</strong></p>
<p>Rp 3.500.000,00</p>
<p><strong>Fasilitas</strong><br />
Sertifikat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang.</p>
<p><strong>Informasi Pendaftaran dan Promo</strong></p>
<p>Hub      : 021 – 3280 5064, 3280 5074</p>
<p><strong>Contact Person</strong></p>
<p>0813 8280 7230</p>
</div>
</div>
<div><strong>Jadwal Training</strong></div>
<div>
<ul>
<li>29-30 Juni 2012, Jakarta</li>
<li>28-29 September 2012, Bogor</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/training-validasi-metode-analisis-mikrobiologi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsultasi GMP (Good Manufacturing Practices)</title>
		<link>http://bmdstreet.com/konsultasi-gmp-good-manufacturing-practices</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/konsultasi-gmp-good-manufacturing-practices#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 04:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultan GMP]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi GMP]]></category>
		<category><![CDATA[Training GMP]]></category>
		<category><![CDATA[Training Good Manufacturing Practices]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[Konsultasi GMP (Good Manufacturing Practices) Pendahuluan Good Manufacturing Practices (GMP) adalah sistem yang memuat persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh industri makanan dan kemasan, terkait dengan keamanan pangan, kualitas dan persyaratan hukum. Implementasi yang efektif dari System Management  dengan menerapkan konsep Hygiene &#38; Sanitation pada system Good Manufacturing Practices / GMP akan memberikan keyakinan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Konsultasi GMP (Good Manufacturing Practices)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Good Manufacturing Practices (GMP) adalah sistem yang memuat persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh industri makanan dan kemasan, terkait dengan keamanan pangan, kualitas dan persyaratan hukum. Implementasi yang efektif dari System Management  dengan menerapkan konsep Hygiene &amp; Sanitation pada system Good Manufacturing Practices / GMP akan memberikan keyakinan dan manfaat dalam usaha industri makanan dan industri kemasan terkait dalam meningkatkan produktifitas, pelayanan dan kepercayaan pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maksud dan Tujuan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Maksud dan tujuan konsultasi Implementasi GMP adalah meningkatkan kompetensi dan kredibilitas perusahaan sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, penerapan GMP dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan sehingga konsistensi mutu dan kepercayaan pelanggan dapat dipertahankan.</p>
<p><strong>Tahapan Konsultasi</strong></p>
<p>Tahap 1: Persiapan</p>
<p>Tahap 2: Pelatihan Sistem GMP</p>
<p>Tahap 3: Penyusunan Dokumentasi Sesuai Persyaratan berdasarkan GMP</p>
<p>Tahap 4: Penerapan GMP</p>
<p>Tahap 5: Pelatihan Teknis GMP</p>
<p>Tahap 6: Pelatihan Audit Internal</p>
<p>Tahap 7: Simulasi Asesmen</p>
<p>Tahap 8: Tindakan Perbaikan</p>
<p><strong>Jangka Waktu Konsultasi</strong></p>
<p>Standar 3 Bulan ( Menyesuaikan kebutuhan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/konsultasi-gmp-good-manufacturing-practices/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsultasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)</title>
		<link>http://bmdstreet.com/konsultasi-haccp-hazard-analysis-and-critical-control-points</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/konsultasi-haccp-hazard-analysis-and-critical-control-points#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 04:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultan HACCP]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi HACCP]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi HACCP]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Keamanan Pangan HACCP]]></category>
		<category><![CDATA[Training HACCP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Konsultasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) Pendahuluan Indonesia adalah salah satu penghasil pangan terbesar di dunia. Hal ini memacu resiko yang tinggi terhadap keamanan pangan di Indonesia Khususnya, Sehingga permasalahan keamanan makanan saat ini menjadi sorotan penting yang harus diperhatikan. Semua ini telah terbukti dari banyaknya kasus keracunanan makanan yang terjadi dimasyarakat. HACCP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Konsultasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia adalah salah satu penghasil pangan terbesar di dunia. Hal ini memacu resiko yang tinggi terhadap keamanan pangan di Indonesia Khususnya, Sehingga permasalahan keamanan makanan saat ini menjadi sorotan penting yang harus diperhatikan. Semua ini telah terbukti dari banyaknya kasus keracunanan makanan yang terjadi dimasyarakat. HACCP (Hazard Analisis and Critical Control Point) merupakan sistem keamanan pangan yang wajib di terapkan dalam setiap industri atau jasa pengelola hasil pangan. Karena HACCP telah terbukti mengurangi resiko kecelakaan  pangan yang dapat terjadi. Sementara sertifikasi HACCP yang dimiliki oleh perusahaan/organisasi merupakan bukti sekaligus jaminan bahwa produk yang dihasilkan layak dan aman untuk dikonsumsi.</p>
<p><strong>Maksud dan Tujuan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Maksud dan tujuan konsultasi Implementasi HACCP  adalah meningkatkan kompetensi dan kredibilitas perusahaan sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, penerapan standar sistem Keamanan Pangan HACCPdapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan sehingga konsistensi mutu dan kepercayaan pelanggan dapat dipertahankan.</p>
<p><strong>Tahapan Konsultasi</strong></p>
<p>Tahap 1: Persiapan</p>
<p>Tahap 2: Pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP)</p>
<p>Tahap 3: Penyusunan Dokumentasi Mutu Keamanan Pangan</p>
<p>Tahap 4: Penerapan HACCP</p>
<p>Tahap 5: Pelatihan Teknis Sistem HACCP</p>
<p>Tahap 6: Pelatihan Audit Internal Keamanan Pangan (HACCP)</p>
<p>Tahap 7: Simulasi Asesmen</p>
<p>Tahap 8: Tindakan Perbaikan</p>
<p><strong>Jangka Waktu Konsultasi</strong></p>
<p>Standar 3 Bulan ( Menyesuaikan kebutuhan)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/konsultasi-haccp-hazard-analysis-and-critical-control-points/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training Process Simulator Hysys BMD Street Consulting</title>
		<link>http://bmdstreet.com/training-process-simulator-hysys-bmd-street-consulting</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/training-process-simulator-hysys-bmd-street-consulting#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 01:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Galery]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan HYSYS]]></category>
		<category><![CDATA[Proses HYSYS Dynamics]]></category>
		<category><![CDATA[Training ASPENTECH Hysys]]></category>
		<category><![CDATA[Training HYSYS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kesempatan kali ini BMD Street Consulting masih dipercaya untuk menyelenggarakan Training Process Simulator HYSYS &#8220; Introduction to Process Steady State Modeling and Simulation with Chemical Industry Focus &#8220;, yang diselenggarakan secara berkala dibeberapa kota besar. Dimana sebelumnya dalam Training Process Simulator Hysys peserta yang terlibat diantaranya berasal dari Petrocina, Pertasamtan Gas, DGW Chemical, PT. Titis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan kali ini BMD Street Consulting masih dipercaya untuk menyelenggarakan Training Process Simulator HYSYS &#8220; <strong>Introduction to Process Steady State Modeling and Simulation with Chemical Industry Focus &#8220;, </strong>yang diselenggarakan secara berkala dibeberapa kota besar. Dimana sebelumnya dalam Training Process Simulator Hysys peserta yang terlibat diantaranya berasal dari Petrocina, Pertasamtan Gas, DGW Chemical, PT. Titis Sampurna, PT. Depriwangga. Dan atas untuk kesempatan Training kali ini peserta yang terlibat yaitu berasal dari PT. Suveyor Indonesia, PT. Pratiwi Putri Sulung, PT. Bhumi Arta Prima Cemerlang. Dengan Training yang disampaikan langsung oleh Senior Konsultan BMD Street Consulting untuk bidang Simulasi yaitu Bp. Johansen Hasugian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/training-process-simulator-hysys-bmd-street-consulting/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training WWT (Improvement of Wastewater Treatment) BMD Street Consulting</title>
		<link>http://bmdstreet.com/training-wwt-improvement-of-wastewater-treatment-bmd-street-consulting</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/training-wwt-improvement-of-wastewater-treatment-bmd-street-consulting#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 01:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Galery]]></category>
		<category><![CDATA[Training Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[Training Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Training Wastewater Treatement]]></category>
		<category><![CDATA[Training WWT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Training WWT (Improvement of Wastewater Treatment) Untuk sekian kalinya BMD Street Consulting berhasil menyelenggarakan Training Improvement of Wastewater Treatment. Diantara peserta yang terlibat berasal dari PT. Sygenta Indonesia, PT.Siskem Aneka Timindo, Lab. Teknologi Pangan UPH dan lainya. Training kali ini dipimpin Oleh Bp. Ahmad Habibie yang merupakan senior konsultan dan praktisi dibidang pengolahan limbah (IPAL) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;"><strong>Training WWT (Improvement of Wastewater Treatment)</strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Untuk sekian kalinya BMD Street Consulting berhasil menyelenggarakan Training Improvement of Wastewater Treatment. Diantara peserta yang terlibat berasal dari PT. Sygenta Indonesia, PT.Siskem Aneka Timindo, Lab. Teknologi Pangan UPH dan lainya. Training kali ini dipimpin Oleh Bp. Ahmad Habibie yang merupakan senior konsultan dan praktisi dibidang pengolahan limbah (IPAL) dan WWT (Wastewater Treatment).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/training-wwt-improvement-of-wastewater-treatment-bmd-street-consulting/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Training SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) BMD Street Consulting</title>
		<link>http://bmdstreet.com/training-smk3-sistem-manajemen-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-bmd-street-consulting</link>
		<comments>http://bmdstreet.com/training-smk3-sistem-manajemen-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-bmd-street-consulting#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 01:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Galery]]></category>
		<category><![CDATA[Training ISO]]></category>
		<category><![CDATA[Training K3]]></category>
		<category><![CDATA[Training Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Training OHSAS 18001:2007]]></category>
		<category><![CDATA[Training Produktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Training SMK3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bmdstreet.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Training SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) berdasarkan OHSAS 18001:2007  Training SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) berdasarkan OHSAS 18001:2007 di selenggarakan Oleh BMD Street Consulting di Jakarta. Diantara peserta yang terlibat yaitu berasal dari PT. Hexindo, PT. Sari Enesis Indah dan lainya. Training SMK3 based OHSAS 18001:2007 ini di pimpin langsung oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Training SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) berdasarkan OHSAS 18001:2007 </strong></p>
<p>Training SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) berdasarkan OHSAS 18001:2007 di selenggarakan Oleh BMD Street Consulting di Jakarta. Diantara peserta yang terlibat yaitu berasal dari PT. Hexindo, PT. Sari Enesis Indah dan lainya. Training SMK3 based OHSAS 18001:2007 ini di pimpin langsung oleh intruktur Ir. Thomas Hidayat Kurniawan, MM. Beliau merupakan Senior Konsultan BMD Street Consulting yang telah berpengalaman lebih dari 10 Tahun di Bidang Keselamatan Kerja (k3), ISO, Lingkungan dan Produktifitas. Dan telah terbukti lebih dari 100 perusahaan dari berbagai sektor industri yang pernah di tanganinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bmdstreet.com/training-smk3-sistem-manajemen-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-bmd-street-consulting/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

