Konsultasi GMP (Good Manufacturing Practices)

Konsultasi GMP (Good Manufacturing Practices)

Pendahuluan

Good Manufacturing Practices (GMP) adalah sistem yang memuat persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh industri makanan dan kemasan, terkait dengan keamanan pangan, kualitas dan persyaratan hukum. Implementasi yang efektif dari System Management  dengan menerapkan konsep Hygiene & Sanitation pada system Good Manufacturing Practices / GMP akan memberikan keyakinan dan manfaat dalam usaha industri makanan dan industri kemasan terkait dalam meningkatkan produktifitas, pelayanan dan kepercayaan pelanggan.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan konsultasi Implementasi GMP adalah meningkatkan kompetensi dan kredibilitas perusahaan sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, penerapan GMP dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan sehingga konsistensi mutu dan kepercayaan pelanggan dapat dipertahankan.

Tahapan Konsultasi

Tahap 1: Persiapan

Tahap 2: Pelatihan Sistem GMP

Tahap 3: Penyusunan Dokumentasi Sesuai Persyaratan berdasarkan GMP

Tahap 4: Penerapan GMP

Tahap 5: Pelatihan Teknis GMP

Tahap 6: Pelatihan Audit Internal

Tahap 7: Simulasi Asesmen

Tahap 8: Tindakan Perbaikan

Jangka Waktu Konsultasi

Standar 3 Bulan ( Menyesuaikan kebutuhan)

Konsultasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)

Konsultasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)

Pendahuluan

Indonesia adalah salah satu penghasil pangan terbesar di dunia. Hal ini memacu resiko yang tinggi terhadap keamanan pangan di Indonesia Khususnya, Sehingga permasalahan keamanan makanan saat ini menjadi sorotan penting yang harus diperhatikan. Semua ini telah terbukti dari banyaknya kasus keracunanan makanan yang terjadi dimasyarakat. HACCP (Hazard Analisis and Critical Control Point) merupakan sistem keamanan pangan yang wajib di terapkan dalam setiap industri atau jasa pengelola hasil pangan. Karena HACCP telah terbukti mengurangi resiko kecelakaan  pangan yang dapat terjadi. Sementara sertifikasi HACCP yang dimiliki oleh perusahaan/organisasi merupakan bukti sekaligus jaminan bahwa produk yang dihasilkan layak dan aman untuk dikonsumsi.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan konsultasi Implementasi HACCP  adalah meningkatkan kompetensi dan kredibilitas perusahaan sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, penerapan standar sistem Keamanan Pangan HACCPdapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan sehingga konsistensi mutu dan kepercayaan pelanggan dapat dipertahankan.

Tahapan Konsultasi

Tahap 1: Persiapan

Tahap 2: Pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP)

Tahap 3: Penyusunan Dokumentasi Mutu Keamanan Pangan

Tahap 4: Penerapan HACCP

Tahap 5: Pelatihan Teknis Sistem HACCP

Tahap 6: Pelatihan Audit Internal Keamanan Pangan (HACCP)

Tahap 7: Simulasi Asesmen

Tahap 8: Tindakan Perbaikan

Jangka Waktu Konsultasi

Standar 3 Bulan ( Menyesuaikan kebutuhan)

 

Konsultasi ISO 22000:2005

Konsultasi ISO 22000:2005

Latar Belakang

Konsultasi sistem manajemen diperlukan berbagai industri baik produk maupun jasa dalam mengendalikan proses usaha melalui penerapan sistem manajemen seperti : ISO 22000, ISO 9001:2008, ISO 14000, Occupation Health & Safety (OHSAS) 18000, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pelaksanaan sertifikasi sistem manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005 merupakan salah satu cara dari perusahaan atau organisasi untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan prinsip food safety. Dengan adanya sistem manajemen keamanan pangan, diharapkan organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan/ pembeli, dengan menghasilkan produk maupun jasa makanan yang terjamin keamanannya serta mempunyai keunggulan baik kompetitif maupun komperatif dipasar global, dimana standar food safety & kesesuaian (conformity) menjadi syarat utama.

Tujuan

  1. Membangun dasar – dasar sistem manajemen keamanan pangan perusahaan atau organisasi berdasarkan sistem ISO 22000:2005
  2. Memenuhi tingkat kelulusan Audit Eksternal yang dilakukan oleh Badan Sertifikasi
  3. Internasional, sebagai Keamanan Pangan untuk dapat diterimanya produk oleh pelanggan dipasar global.
  4. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan
  5. Menjamin keamanan terhadap produk pangan yang dihasilkan

Tahapan Pengembangan

Tahapan pengembangan system adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan evaluasi dan gap analisa kondisi yang sudah ada dengan sistem manajemen kemanan pangan ISO 22000:2005 untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dikembangkan dan diperbaiki berdasarkan sistem tersebut (termasuk kelayakan dasar)
  2. Pembentukan Tim ISO 22000:2005 (kompetensi dan komposisi)
  3. Setting Tanggung Jawab Manajemen (policy, dokumen/record control, struktur,TW, komunikasi dan Manajemen review)
  4. Setting proses purchasing dan planning
  5. Setting emargency preparedness and respons
  6. Setting Prerequiste Program/PRP (GMP,SSOP dan PH) dan OPRP
  7. Setting Deskripsi produk dan identifikasi intended use
  8. Setting flow diagram dan verifikasinya
  9. Setting analisa bahaya untuk setiap step flow diagram dan pengendaliannya
  10. Menetapkan CCP, critical limit dan pengendaliannya
  11. Setting tindakan koreksi, prosedure verifikasi dan validasi
  12. Setting record keeping
  13. Finalisasi dokumentasi dan penerapan ISO 22000
  14. Pelaksanaan Internal Audit
  15. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan/Pencegahan
  16. Tinjauan Manajemen Keamanan Pangan
  17. Pelaksanaan Audit Sertifikasi
  18. Tindakan Koreksi untuk Temuan Audit Sertifikasi

Jangka Waktu Pengerjaan

Lama kegiatan konsultasi yang dilakukan selama 3 bulan (15 mandays)

Pelaksanaan Konsultasi

  1. Jadwal kunjungan akan dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.
  2. Pelaksanaan jadwal konsultasi per manday adalah dari jam 09.00 – 16.00 dan atau disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
  3. Dalam menjalankan tugas konsultasi kami akan menaati etika serta kerahasian setiap informasi yang terkait dengan perusahaan.

Konsultasi ISO/IEC 17025:2005

Konsultasi ISO / IEC 17025:2005

I PENDAHULUAN

Salah satu konsekuensi logis dari perubahan dunia menuju era globalisasi adalah pergeseran cara pandang dalam perdagangan internasional. Hal ini mengakibatkan munculnya pasar bebas sehingga meningkatkan persaingan di pasar internasional. Suatu produk yang dihasilkan oleh industri akan dapat diterima oleh pihak lain atau negara lain jika produk tersebut telah sesuai standar sistem manajemen mutu ISO seri 9000 yang telah diadopsi menjadi SNI seri 19-9000. Standar ini menjamin konsistensi mutu produk baik barang maupun jasa dengan memperhatikan kepuasan pelanggan. Selain penerapan sistem manajemen mutu, pasar bebas juga menuntut adanya informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan. Dengan kata lain, data hasil pengujian dan/atau kalibrasi dari laboratorium yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah akan menjadi salah satu hambatan teknis. Karena itu, penggunaan informasi teknis harus didukung oleh data hasil pengujian dan/atau kalibrasi yang valid dari laboratorium handal yang mempunyai kompetensi teknis. Pada dasarnya laboratorium dapat diaudit dan disertifikasi kesesuaiannya dengan standar sistem manajemen mutu ISO seri 9000. Namun demikian, standar tersebut tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium sehingga sertifikasi berdasarkan ISO seri 9000 tidak menjamin kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil pengujian dan/atau kalibrasi yang valid. Untuk dapat menjamin bahwa laboratorium mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan presisi maka laboratorium harus menerapkan standar ISO/IEC 17025: 2005 tentang “Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi”.

II MAKSUD & TUJUAN

Maksud dan tujuan konsultasi akreditasi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 adalah meningkatkan kompetensi dan kredibilitas laboratorium sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, penerapan standar sistem manajemen mutu dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan laboratorium sehingga konsistensi mutu data hasil pengujian dan/atau kalibrasi dapat dipertahankan.

III SASARAN

Sasaran konsultasi akreditasi laboratorium, antara lain:

  1. meningkatkan kompetensi sumber daya manusia laboratorium sehingga memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan oleh ISO/IEC 17025: 2005;
  2. perawatan peralatan laboratorium dan kalibrasi yang mampu telusur;
  3. sistem jaminan mutu dan pengendalian mutu yang sesuai;
  4. validasi/verifikasi metode pengujian atau kalibrasi yang tepat
  5. sistem dokumentasi mutu, rekaman dan pelaporan data hasil pengujian dan/atau kalibrasi yang sistematis; serta
  6. kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian atau kalibrasi yang memadai.

TAHAPAN KONSULTASI

  1. Persiapan
  2. Pelatihan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium
  3. Penyusunan Dokumentasi Mutu
  4. Penerapan ISO/IEC 17025 : 2005 di laboratorium
  5. Penerapan ISO/IEC 17025 : 2005 di laboratorium
  6. Pelatihan Audit Internal Laboratorium
  7. Simulasi Asesmen & Pendaftaran Akreditasi
  8. Tindakan Perbaikan

WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pelaksanaan konsultasi diperkirakan 12 bulan sejak penandatangan kontrak antara konsultan dengan pihak laboratorium.

 MATERI PELATIHAN

  1. Sistem manajemen mutu laboratorium
  2. Penyusunan dokumentasi mutu
  3. Audit internal laboratorium
  4. Pelatihan teknis laboratorium

DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU

Dokumen yang dibuatkan oleh konsultan yang disesuaikan dengan organisasi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005.

  1. Dokumen Level I: PANDUAN MUTU
  2. Dokumen Level II: PROSEDUR PELAKSANAAN
  3. Dokumen Level III: INSTRUKSI KERJA
  4. Dokumen Level IV: FORMULIR DAN DOKUMEN PENDUKUNG.

Konsultasi OHSAS 18001:2007

Konsultasi OHSAS 18001:2007

Konsultasi OHSAS 18001:2007

Kami memberikan jasa konsultasi penerapan Occupational Health and Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 dengan tahapan program konsultasi sebagai berikut:

FASE PRELIMINARY SURVEY

Tujuan Pelaksanaan:

  1. Menganalisa sistem yang telah diterapkan dan membandingkannya dengan persyaratan OHSAS 18001
  2. Mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan Sistem Manajemen K3 di perusahaan
  3. Merencanakan program penerapan OHSAS 18001 secara lebih terperinci.

Pendekatan:

  1. Melaksanakan 1 hari management meeting dan documentation review untuk mengetahui secara keseluruhan struktur organisasi dan bisnis proses
  2. Melaksanakan 1 hari audit keseluruh bagian di perusahaan untuk mengidentifikasi kekurangan Sistem Manajemen K3 di Perusahaan dibandingkan dengan persyaratan OHSAS 18001
  3. Memberikan usulan program kerja penerapan OHSAS 18001 yang terperinci

Output :

  1. Laporan Pre-audit Sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja yang berisi ketidaksesuaian Sistem Manajemen K3 perusahaan terhadap standard OHSAS 18001, termasuk rekomendasi perbaikan yang diperlukan
  2. Rekomendasi area Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang menjadi fokus perbaikan oleh Konsultan OHSAS bersama-sama dengan ‘TIM OHSAS’ Perusahaan .

FASE TRAINIG OHSAS 18001 DAN SISTEM DOKUMENTASI

Tujuan Pelaksanaan :

Team Konsultan BMD Street Consulting akan memberikan pengetahuan dan keterampilan khususnya kepada TIM OHSAS mengenai persyaratan OHSAS 18001 dan strategi penerapannya

Pendekatan :

  1. Memberikan 2 hari OHSAS 18001
  2. Peserta OHSAS 18001 tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan mengenai persyaratan OHSAS 18001 yang disertai contoh-contoh nyata berdasarkan hasil Pre-audit Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja, melainkan juga teknik-teknik untuk dapat menerapkan persyaratan yang ada

Output:

  1. TRAINING ROAD MAP to OHSAS 18001
  2. Tindak Lanjut di akhir Training OHSAS 18001, konsultan akan membantu TIM OHSAS dalam membuat rencana Training OHSAS 18001 kepada seluruh karyawan
  3. Pelatihan Dokumentasi Sistim Mutu, dengan tujuan:
  1. Membantu memberikan pemahaman kepada TIM OHSAS mengenai persyaratan dokumentasi berdasarkan OHSAS 18001
  2. Menjelaskan metode pengembangan dokumentasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja
  3. Menjelaskan bagaimana karakteristik dari dokumentasi yang baik

FASE PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Kedalaman dan keluasan aktivitas ini tergantung pada rekomendasi Pre-audit. Konsultan OHSAS bersama-sama dengan ‘TIM OHSAS’ untuk kemudian membuat perencanaan terinci mengenai area penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Program fasilitasi akan diberikan oleh Konsultan OHSAS dalam mengembangkan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja berdasarkan standard OHSAS 18001.

FASE TRAINING INTENAL AUDITOR OHSAS 18001

Tujuan Pelaksanaan:

TRAINING INTENAL AUDITOR OHSAS 18001 akan memberikan teknik serta keahlian kepada tim auditor dalam melaksanakan audit termasuk: manajemen audit, perencanaan audit, pelaksanaan audit, serta pelaporan audit

Pendekatan :

  1. Memberikan 2 hari TRAINING INTENAL AUDITOR OHSAS 18001
  2. Membantu tim audit internal dalam mengadakan audit. Konsultan OHSAS akan memberikan hasil observasi kepada tim audit sebagai bahan masukan untuk perbaikan diri.
  3. Membantu Perusahaan dalam melaksanakan tindakan perbaikan atas masalah yang ditemukan sewaktu audit.

Output:

Dia akhir TRAINING INTENAL AUDITOR OHSAS 18001 akan diadakan ujian, dan hasilnya akan diberikan kepada Manajemen sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan personal Tim Audit Internal (Tim AMI). Sertifikat TRAINING INTENAL AUDITOR OHSAS 18001 ini akan diberikan kepada seluruh peserta pelatihan

FASE PENERAPAN OHSAS 18001:2007

Pada fase ini Perusahaan harus menerapkan seluruh Sistem Manajemen K3 yang telah ditetapkan secara efektif dan konsisten sesuai persyaratan OHSAS 18001. Pada fase ini dilakukan juga tahapan Audit Internal (akan dibimbing oleh konsultan OHSAS dan Tinjauan Manajemen.

FASE FINAL ASSESSMENT OHSAS 18001:2007

konsultan OHSAS akan mendampingi Perusahaan pada saat Badan Sertifikasi mengaudit sistem yang berjalan.

Konsultasi ISO 14001:2004

Konsultasi ISO 14001:2004

Konsultasi ISO 14001:2004 – Kami memberikan jasa konsultasi penerapan Environmental Management System / Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14001:2004 dengan tahapan program konsultasi sebagai berikut:

FASE INITIAL ASSESSMENT

Tujuan Pelaksanaan:

  1. Menganalisa sistem yang telah diterapkan Perusahaan dan membandingkannya dengan persyaratan ISO 14001:2004 untuk mengetahui perbedaan yang ada.
  2. Mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan Sistem Manajemen Lingkungan yang sudah diterapkan perusahaan
  3. Merencanakan program penerapan ISO 14001:2004 secara terperinci.

Pendekatan:

  1. Melaksanakan 1 hari management meeting dan documentation review untuk mengetahui secara keseluruhan struktur organisasi dan bisnis proses Perusahaan
  2. Melaksanakan 1 hari audit keseluruh bagian Perusahaan untuk mengidentifikasi kekurangan Sistem Manajemen Lingkungan Perusahaan dibandingkan dengan persyaratan ISO 14001:2004
  3. Memberikan usulan program kerja penerapan ISO 14001:2004 yang terperinci

Output :

  1. Laporan Pre-audit Sistem Manajemen Lingkungan yang berisi ketidaksesuaian Sistem Manajemen Lingkungan Perusahaan terhadap standard ISO 14001, termasuk rekomendasi perbaikan yang diperlukan
  2. Rekomendasi area Sistem Manajemen Lingkungan yang menjadi fokus pebaikan oleh ISO 14001 Consultant bersama-sama dengan ‘TIM ISO 14001

FASE Training ISO 14001 DAN SISTEM DOKUMENTASI

Tujuan Pelaksanaan :

Memberikan pengetahuan dan keterampilan khususnya kepada TIM ISO 14001 mengenai persyaratan ISO 14001 dan strategi penerapannya

Pendekatan:

Peserta Training ISO 14001 tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan mengenai persyaratan ISO 14001 yang disertai contoh-contoh nyata berdasarkan hasil Sistem Manajemen Lingkungan, melainkan juga teknik-teknik untuk dapat menerapkan persyaratan yang ada

Output:

1. Training ISO 14001:2004
2. Pelatihan Dokumentasi Sistim Mutu
3. Tujuan Training ISO 14001:2004

  1.  Membantu memberikan pemahaman kepada TIM ISO 14001 mengenai persyaratan dokumentasi berdasarkan ISO 14001
  2. Menjelaskan metode pengembangan dokumentasi Sistem Manajemen Lingkungan
  3. Menjelaskan bagaimana karakteristik dari dokumentasi yang baik

FASE PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

Kedalaman dan keluasan aktivitas ini tergantung pada rekomendasi Pre-audit. Konsultan ISO 14001 bersama-sama dengan ‘TIM ISO 14001’ untuk kemudian membuat perencanaan terinci mengenai area penerapan Sistem Manajemen Lingkungan . Program fasilitasi akan diberikan oleh Konsultan ISO 14001 dalam mengembangkan Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14001.

FASE TRAINING INTERNAL AUDIT ISO 14001

Tujuan Pelaksanaan training Audit Internal ISO 14001:

  1. Audit Internal adalah aktivitas verifikasi oleh tim Audit Internal Perusahaan terhadap efektifitas implementasi Sistem Manajemen Lingkungan yang telah ditetapkan.
  2. Training Environmental Audit akan memberikan teknik serta keahlian kepada tim auditor dalam melaksanakan audit termasuk: manajemen audit, perencanaan audit, pelaksanaan audit, serta pelaporan audit

Pendekatan :

  1. Membantu tim audit internal dalam mengadakan audit. Konsultan ISO 14001 akan memberikan hasil observasi kepada tim audit sebagai bahan masukan untuk perbaikan diri.
  2. Membantu Perusahaan dalam melaksanakan tindakan perbaikan atas masalah yang ditemukan sewaktu audit.

Output:

Diakhir training ISO 14001 Internal Auditor akan diadakan ujian, dan hasilnya akan diberikan kepada Manajemen sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan personal Tim Audit Internal (Tim AMI).

 FASE PENERAPAN ISO 14001:2004

Pada fase ini Perusahaan harus menerapkan seluruh Sistem Manajemen Lingkungan yang telah ditetapkan secara efektif dan konsisten sesuai persyaratan ISO 14001. Pada fase ini dilakukan juga tahapan Audit Internal (akan dibimbing oleh Konsultan ISO 14001 dan Tinjauan Manajemen.

FASE FINAL ASSESSMENT ISO 14001

Konsultan ISO 14001 akan mendampingi Perusahaan pada saat Badan Sertifikasi mengaudit sistem yang berjalan.

Konsultasi ISO 9001:2008

Tahapan program ISO 9001 2008 Consultancy (Quality Management System Consulting) / Sistem Manajemen Mutu adalah sebagai berikut:

 LATAR BELAKANG

Sebuah perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan jasa dan produk yang prima kepada pelanggan dan pemangku kepentingan (stakeholder). Untuk itu dalam memenuhi kepuasan pelanggan perusahaan tersebut  menetapkan dan mengimplementasikan suatu sistem manajemen mutu yang mengacu kepada suatu standar internasional yaitu ISO 9001:2008.

TUJUAN

  1. Membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008
  2. Membangun dan menerapkan Teknik Peningkatan Berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi kerja yang bermuara pada Mutu produk
  3. Mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008

RUANG LINGKUP

Cakupan dari Kerangka Acuan ini adalah:

  1. Pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Mutu berdasarkan persyaratan ISO 9001:2000
  2. Mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008

STRATEGI

Melalui komitmen dan kepemimpinan dari manajemen puncak dari organisasi, akan mampu membangun Sistem Manajemen yang didukung secara penuh oleh seluruh jajaran karyawannya.
Beberapa aspek yang penting dalam ISO 9001:2008 yang membutuhkan perhatian khusus antara lain:

  1. Kepuasaan Pelanggan dan metode mendapatkan umpan balik pelanggan
  2. Analisa Kinerja Sistem and aktifitas Tinjauan Manajemen
  3. Menetapkan dan mengukur pencapaian sasaran dan program Mutu dari masing-masing proses bisnis organisasi.
  4. Tanggung jawab dari para pimpinan untuk secara langsung terlibat dalam pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Mutu

JASA YANG DIBERIKAN

Persiapan dan Kick off Meeting Kegiatan ini dimulai setelah penandatanganan kontrak kerja dan biaya mobilisasi untuk konsultan telah dilakukan. Di sini konsultan ISO akan menjelaskan teknis pelaksanaan program berdasarkan kesepakatan bersama.
Preliminary Assessment Bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap Sistem Manajemen yang ada di perusahaan terhadap Standar ISO 9001:2008. Pada tahap ini Konsultan ISO akan melakukan audit sistem secara keseluruhan, baik yang sedang dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan melalui pengumpulan dokumen dan wawancara. Hasil audit tersebut akan ditinjau, dianalisis untuk mengetahui kesenjangan sistem yang ada terhadap persyaratan standar ISO 9001:2008.
Training ISO 9001:2008 Bertujuan memberikan kemampuan kepada perusahaan dalam membangun dan mengembangkan Sistem Manajemen secara mandiri sesuai dengan persyaratan Standard ISO 9001:2008. Training ISO 9001 dilakukan di awal dan atau di akhir pelatihan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap Training ISO 9001 dan tugas yang diberikan.

Training ISO 9001 yang diberikan meliputi :

  1. Senior Management Briefing
  2. Business Process Analysis and Control
  3. Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu
  4. Pemahaman standar ISO 9001:2008 serta sasaran dan program mutu
  5. Training Internal Quality Auditor (untuk sistem manajemen mutu dan lingkungan) dan Peningkatan Berkelanjutan

Konsultasi

Bimbingan konsultan ISO dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.
Trial-audit Konsultan ISO 9001 akan melakukan penilaian terhadap keefektifan implementasi Sistem Manajemen Mutu perusahaan secara keseluruhan sebelum proses sertifikasi.